MENGENANG PAK KASSIM AHMAD DENGAN KARYA INTELEKTUAL YANG DITINGGALKAN !

 

Jahabar Sadiq is with Kassim Ahmad and 3 others.

5 hrs

Sidang Ruh

I

perlu satu satu  di perhitungkan kembali

hari ini kita dewasa

tanpa tuhan tanpa impian

karena besok mungkin terlalu lewat

bagi kiamat yang telah ditangguhkan.

bukan aku sinis

kau jangan mengatheis

beritaku dari mereka yang lupa bagaimana untuk hidup

maka demikian perlu kata kata

supaya maut kita bukan karena bisu.

kalau kau percaya kepada manusia sejahtera

jangan kau bergembira mengikut hidup

(karena kemenangan)

kalau kau percaya kepada manusia bebas

jangan kau berkata mengikut hukum

(kerena taatsetia)

karena tidak ada hukum yang akan berlaku

(namun digubal dalam pi bi bi)

yang tidak berpelembagaan di hati.

II

sudah datang berita paling kejam

bagi mereka yang lagi hidup karena bisa berharap

dunia ini penjara

nasi kita akan cukup di sorga

diatas belakang Dajjal

telah diperdagangkan hidup

gelak dan hilai bukan karena bahagia

gelak dan hilai karena papa.

Akan bersidang segala ruh

anakmu hari ini makan apa

nasi atau beer

ketawanya palsu tangisnya tanpa suara

III

nanti akan padamlah dengan sendiri

lampu dari menara tinggi

karena dibawahnya orang kian mabuk

dan Tuhan sudah mati.

Kassim Ahmad

Petaling Jaya , 1960

* Saudara Dr Kassim Ahmad dengan cucu yang tersayangnya Shazreen Adnan.

** Saya mula mengenali dan membaca sajak dan karya Saudara Dr Kassim Ahmad melalui Saudara Wan Hamidi dan menemuramahnya melalui Saudara Jaafar Ismail

Semoga aman dan tenang di sana, Saudara Kassim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *